Budayawan Minta Warisan Budaya Kesultanan Palembang Darussalam Harus Dijaga

Mawardi Tombang
Selasa, 18 Desember 2018 09:44:47
Museum peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam

KANALSUMATERA.com - Pesatnya perkembangan Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang membuat kekhawatiran beberapa pihak. Salah satu elemen yang merasa khawatir dengan pesatnya perkembangan Kota Palembangan adalah kelompok budayawan.

Salah seorang budayawan yang merasa khawatir adalah Vebri Al Lintani. Vebri menyebut bahwa identitas Palembang Darussalam sedang diambang krisis kehancuran, dimana banyak yang hilang dari budaya tersebut seperti sebuah pembelajaran tentang budaya maupun warisan sosial.

Kota Palembang sudah menjadi bagian dari sejarah Negara Kesultanan Palembang Darusalam sejak tahun 1966. Sepanjang usia itu, sudah banyak warisan yang ditinggalkan oleh Kesultanan Palembang Darusalam.

Baik itu peninggalan warisan budaya maupun bangunan. Sayangnya. warisan budaya di Kota Palembang mengalami krisis akut saat ini,. Banyak warisan sosial yang sudah dilupakan oleh kalangan masyarakat maupun pemerintah.

“Pemkot Palembang sebagai pewaris tahta, harus bergerak cepat untuk membangkitkan lagi tentang sejarah Palembang Darussalam,” jelasnya saat diwawancarai Sripoku.com, Senin (17/12/2018).

Baca: Herman Deru Bakal Ubah Kota Palembang Melalui Kawasan Jakabaring

Menurut Vebry, kondisi yang sudah akut ini membuat banyak tradisi kebudayaan yang mencerminkan identitas Palembang Darussalam sudah hilang.

“Seperti aksara-aksara Palembang yang sudah tidak ada lagi, banyak hal yang harus dibangun tentang kebudayaan Palembang Darussalam,” ujar Vebri.

Vebri juga menambahkan, identitas tidak sebatas dalam bentuk saja seperti tanjak, songket, makam-makam atau Benteng Kuto Besak (BKB) dan masih banyak lagi. Namun sifat kesukuan Palembang juga harus diperhatikan seperti norma-norma adat istiadat, seni tutur hingga keagamaan.

“Tidak ada regulasi yang mengeksplorasi kebudayaan Palembang, padahal banyak nilai-nilai kearifan lokal yang dapat membantun pemerintah mengastasi masalah,” ujarnya.

Sebagai budayawan, ia mendorong Pemkot untuk membuat Peraturan Daerah (Perda), semisal memasukan kebudayaan identitas Palembang Darussalam kedalam mata pelajaran.

Baca: Jalan Kota Palembang Truk Barang  Berat 8 Ton Dilarang Melintas

"Bukan hanya tagline Darussalam saja yang dipakai, tetapi visi tidak pas dengan Kesultanan Palembang Darussalam. Ini agar pemerintah kota memerhatikan dan membangun kota berbasis Darussalam,” ujar Vebri.

Lanjutnya lagi, krisis ini juga akibat pembangunan yang terlalu memerhatikan ekonomi dan tidak mementingkan budaya asli yang terus tergerus budaya-budaya lain yang masuk.

“Kita ini terjajah oleh kapitalisme, pembangunan yang tidak memerhatikan budaya menjadi salah satu penyebab hilangnya kearifan lokal Palembang,” ujarnya.



Terkait
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Lainnya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
UNESCO Bina Wirausaha Muda di Kawasan Danau Toba
Dua Objek Wisata di OKU Jadi Cagar Budaya Nasional
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Politik
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket