69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU

Mawardi Tombang Amar
Senin, 10 Agustus 2026 10:08:11

Membangun Infrastruktur, Menguatkan Suprastruktur, Memartabatkan Kebudayaan Melayu

Oleh: Rais Hasan Piliang Dt. Bagindo Mudo
Ketua Umum Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Provinsi Riau

Enam puluh sembilan tahun bukanlah usia yang pendek bagi sebuah provinsi. Ia adalah perjalanan panjang yang di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan, pengorbanan, perubahan, dan harapan jutaan masyarakat Riau. Pada momentum Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau, kita tentu patut bersyukur atas berbagai kemajuan yang telah dicapai. Jalan dan jembatan terus dibangun, kawasan perkotaan berkembang, investasi tumbuh, sumber daya alam dikelola, pendidikan bergerak maju, dan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bermunculan.

Tetapi ada satu pertanyaan penting yang harus kita renungkan:
Apakah pembangunan Riau hari ini sudah benar-benar mencerminkan jati diri Riau sebagai negeri Melayu?

Pertanyaan ini penting karena pembangunan tidak boleh hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, jumlah gedung yang berdiri, besarnya investasi yang masuk, atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi.

Baca: Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis

Pembangunan harus juga diukur dari seberapa kuat identitas masyarakatnya, seberapa tinggi martabat kebudayaannya, seberapa baik kualitas manusianya, dan seberapa besar rasa keadilan yang dirasakan masyarakatnya.

MELAYU BUKAN SEKADAR SIMBOL

Melayu jangan dipahami hanya sebagai pakaian adat, tanjak, songket, rumah adat, atau ornamen pada gedung pemerintahan. Melayu adalah nilai kehidupan.

Melayu memiliki falsafah tentang kesantunan, musyawarah, gotong royong, marwah, keseimbangan, penghormatan kepada orang tua dan pemimpin, serta hubungan manusia dengan alam.

Karena itu, ketika kita mengatakan “Riau adalah Bumi Melayu”, maka konsekuensinya bukan sekadar menggunakan simbol Melayu dalam berbagai acara seremonial.

Konsekuensinya adalah bagaimana nilai-nilai Melayu menjadi bagian dari arah pembangunan Riau.
Pembangunan harus senafas dengan kebudayaan.
Kemajuan teknologi harus berjalan bersama akhlak.
Modernisasi harus berjalan bersama adat.
Pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama keadilan.

INFRASTRUKTUR ADALAH TUBUH PEMBANGUNAN

Jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, jaringan internet, kawasan industri, fasilitas pendidikan, rumah sakit dan infrastruktur lainnya adalah tubuh dari pembangunan.

Tanpa infrastruktur, ekonomi sulit bergerak.
Tanpa jalan yang baik, hasil pertanian sulit dipasarkan.
Tanpa jembatan yang layak, mobilitas masyarakat terhambat.
Tanpa konektivitas digital, masyarakat daerah akan semakin tertinggal.

Karena itu pembangunan infrastruktur harus terus dilakukan. Namun pembangunan infrastruktur juga harus menghadirkan keadilan antarwilayah.

Riau harus dibangun dari kota hingga kampung, dari pesisir hingga pedalaman, dari kawasan industri hingga wilayah penghasil sumber daya alam.
Tidak boleh ada Riau yang maju dan ada Riau yang tertinggal.

SUPRASTRUKTUR ADALAH OTAK PEMBANGUNAN

Pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun fisik. Kita membutuhkan suprastruktur yang kuat:

1. pemerintahan yang bersih;

2. birokrasi yang profesional;

3. pendidikan yang berkualitas;

4. penegakan hukum yang berkeadilan;

5. kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat;

6. lembaga adat yang hidup;

7. institusi sosial yang kuat;

8. serta generasi muda yang memiliki karakter dan kompetensi.

Gedung boleh megah, teknologi boleh canggih. Tetapi jika manusianya kehilangan integritas, pembangunan kehilangan arah.

KEBUDAYAAN MELAYU SEBAGAI JIWA PEMBANGUNAN

Kita membutuhkan paradigma:

1. Infrastruktur sebagai tubuh

2. Suprastruktur sebagai pikiran

3. Kebudayaan Melayu sebagai jiwa

Ketiganya harus berjalan bersama.

MELAYU HARUS HIDUP DI SEKOLAH

Kebudayaan Melayu harus hadir dalam pembentukan karakter generasi muda. Anak-anak Riau harus mengenal sejarah, adat, sastra, dan tokoh-tokoh daerahnya.

Namun pada saat yang sama, mereka juga harus menguasai teknologi, bahasa asing, dan kompetensi global.

Menjadi Melayu tidak berarti tertinggal. Justru harus melahirkan generasi yang berakar kuat tetapi berpikir global.

MELAYU HARUS HIDUP DALAM EKONOMI

Kebudayaan harus memiliki nilai ekonomi. Kerajinan, kuliner, songket, seni, wisata budaya, dan ekonomi kreatif harus menjadi kekuatan ekonomi baru.

Jadikan kebudayaan sebagai sumber penghidupan masyarakat.

MELAYU DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN

Nilai Melayu seperti musyawarah, amanah, marwah, dan gotong royong harus tercermin dalam pemerintahan.

Membangun Riau berarti membangun pemerintahan yang amanah, transparan, berintegritas dan dekat dengan rakyat.

DARI SDA KE SDM

Riau kaya sumber daya alam. Namun tidak boleh selamanya bergantung pada itu.

Paradigma harus berubah:

1. dari SDA ke SDM

2. dari ekonomi ekstraktif ke produktif

3. dari ketergantungan ke kemandirian

RIAU 69 TAHUN: SAATNYA REFLEKSI

HUT ke-69 harus menjadi momentum refleksi:
Riau ingin maju, tetapi harus beridentitas.
Riau ingin berkembang, tetapi harus adil.

Riau yang dicita-citakan adalah:

1. modern tetapi tetap Melayu

2. maju tetapi tetap beradat

3. kaya tetapi adil

PENUTUP: MEMBANGUN DENGAN MARWAH

Enam puluh sembilan tahun adalah modal sejarah besar. Kini saatnya membangun Riau dengan jati diri.

Karena sejatinya:
Infrastruktur adalah tubuh pembangunan.
Suprastruktur adalah pikiran pembangunan.
Kebudayaan Melayu adalah jiwa pembangunan.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau.
Dirgahayu Riau.
Riau maju, Melayu bermarwah.
Dari Melayu, untuk Riau. Dari Riau, untuk Indonesia.

IKATAN KELUARGA SUNGAI TAPUNG (IKST) PROVINSI RIAU



Lainnya
Semarak Festival Saribu Rumah Gadang
Semarak Festival Saribu Rumah Gadang
PDIKM Padang Panjang Simpan Buku Terbitan Tahun 1811
Besok, LAM Riau Tabalkan SCB Gelar Kehormatan Datuk Ser
Dua Objek Wisata di OKU Jadi Cagar Budaya Nasional
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Hukum
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibra
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pa
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fr