Himpunan Siompu Kampar Siapkan Tradisi Manjujuong Jambau untuk Karnaval Budaya 2026
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Himpunan Siompu Kampar Riau bersiap menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Kampar dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026. Organisasi ini dijadwalkan mengikuti karnaval budaya pada 18 Oktober 2026 dengan mengusung tradisi Manjujuong Jambau, pakaian adat Baju Bakuduong, serta iringan musik tradisional gubano badikiu. Selasa (13/10/2026).
Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan identitas budaya lokal kepada masyarakat luas sekaligus menjaga keberlangsungan warisan adat Kampar di tengah perkembangan zaman.
Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
Peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Provinsi Riau akan dikemas dalam bentuk arakan dan parade karnaval budaya yang diselenggarakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
Ketua Himpunan Siompu Kampar Riau, Hj. Didis Mardisna Husin, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan penampilan yang merepresentasikan tradisi masyarakat Kampar pada masa lalu.
Baca: Indonesia Dorong Perlindungan Budaya dan Kekayaan Intelektual Komunal di Forum WIPO
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpinnya di salah satu pondok sate di Sungai Pinang, Kabupaten Kampar, Senin (12/10/2026).
“Kita ikut ambil bagian dalam arakan budaya dengan memperkenalkan budaya Kampar masa lalu, yakni tradisi Manjujuong Jambau saat arakan pesta adat, lengkap dengan pakaian yang memakai tutup kepala atau kuduong, dengan iringan musik gubano badikiu. InsyaAllah,” kata Didis usai memimpin rapat persiapan di salah satu pondok sate di Sungai Pinang, Kampar, Senin (12/10/2026).
Baca: Warisan Sejarah Riau Jadi Perhatian, Pemprov Dorong Pelestarian Budaya
Angkat Tradisi dan Identitas Perempuan Kampar
Dalam parade tersebut, tradisi Manjujuong Jambau akan menjadi salah satu daya tarik yang diperkenalkan Himpunan Siompu Kampar Riau. Tradisi ini menggambarkan kebiasaan masyarakat dalam arakan pesta adat, yang dipadukan dengan penggunaan pakaian tradisional dan iringan musik khas daerah.
Baju Bakuduong juga menjadi bagian penting dari penampilan rombongan. Penggunaan kuduong atau penutup kepala mencerminkan identitas perempuan Kampar pada masa lalu yang masih berupaya dipertahankan melalui kegiatan kebudayaan.
Didis menilai, pengenalan tradisi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memahami nilai-nilai adat yang diwariskan oleh para pendahulu.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga perlu diwujudkan dalam aktivitas organisasi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kami terus menyuarakan adat budaya Kampar ini, baik kepada anggota saat kegiatan internal maupun kegiatan tingkat provinsi, hingga akhirnya dikenal khalayak luas melalui postingan media sosial,” ujar anak jati Rumbio tersebut.
Pertahankan Budaya melalui Kegiatan Organisasi
Himpunan Siompu Kampar Riau berkomitmen terus menggali dan memperkenalkan tradisi daerah melalui berbagai kegiatan, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam agenda kebudayaan tingkat Provinsi Riau.
Selain memperkenalkan Manjujuong Jambau dan Baju Bakuduong, organisasi tersebut juga berupaya mempertahankan kebiasaan memakai kuduong serta tradisi makan bajambau dalam pertemuan rutin.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kekayaan adat Kampar sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
Partisipasi dalam karnaval budaya pada 18 Oktober mendatang menjadi kesempatan bagi Himpunan Siompu Kampar Riau untuk menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Melalui penampilan tersebut, warisan budaya Kampar diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan terus terjaga sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (SM)
